Sebuah studi baru dari Indonesia mengungkapkan bahwa ayam Kampung lokal tahan terhadap Salmonella enteritidis infeksi, yang membuat telur mereka lebih cocok untuk spesialisasi lokal yang dibuat dengan telur mentah.
Institut Pertanian Bogor di Indonesia menjelaskan bahwa telur Salmonella bebas menjadi signifikan dalam memproduksi persiapan jamu yang aman dan telur tersebut mungkin dihasilkan oleh ayam yang memiliki daya tahan tinggi terhadap bakteri ini.
Salah satu penanda terbaik menunjukkan resistensi ayam terhadap Salmonella adalah Toll-like Receptor 4 (TLR4) gen aktif. TLR4 adalah reseptor permukaan sel fagosit yang berperan untuk mengenali lipopolisakarida bakteri Gram-negatif termasuk Salmonella enteritidis. Hal ini ditranskripsi oleh gen TLR4 dan dilestarikan dalam aktivasi sistem imun non-spesifik.
Tujuan dari penelitian Bogor adalah untuk membuktikan ketahanan Kampung ayam ketika ditantang dengan S. enteritidis, menggunakan gen TLR4 sebagai penanda.
gen TLR4 itu genotipe di 50 ayam Kampung dengan PCR-RFLP. Maka semua ayam Kampung ditantang dengan S. enteritidis (ID50: 5 × 105 pembentuk koloni unit (CFU) per mL). ekspresi mereka pada perlawanan terhadap S. enteritidis serta tes biologi dan molekuler diukur.
Hasil genotip mengidentifikasi tiga genotipe gen TLR4: AA, AG dan GG. Tak satu pun dari parameter - termasuk ekspresi gen TLR4, konsentrasi leukosit, diferensiasi leukosit, aktivitas makrofag dan kapasitas - berbeda secara signifikan dalam AG dan GG genotipe.
Tidak ada enteritidis S. ditemukan dalam darah atau telur yang dihasilkan oleh AA, AG dan GG ayam.
IgY spesifik untuk S. enteritidis ditemukan dalam telur kuning dengan konsentrasi yang sangat tinggi (2,94 untuk 3.89mg per mL).
Studi ini membuktikan bahwa Kampung ayam tahan terhadap S. enteritidis infeksi, menyimpulkan Ulupi dan rekan.
No comments:
Post a Comment